Peran Menhan Prabowo dalam Evakuasi WNI di Ukraina

IDM - Wakil Menteri Pertahanan RI Muhammad Herindra mengungkap ada peran Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dalam proses evakuasi WNI, ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra dalam keterangan pers secar virtual pada Kamis (3/2).
"Menhan Prabowo selalu kontak dengan Kementerian Pertahanan Rusia, selama proses pemulangan WNI dari Ukraina," kata, Herindra.
"Komunikasi dengan pihak Rusia dimaksudkan agar proses evakuasi WNI berjalan dengan lancar, sehingga WNI yang akan kembali ke Indonesia terjamin keamanannya," tutup Herindra.
Sebanyak 83 warga negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi dari Ukraina di tengah peperangan dengan Rusia. Dan saat ini telah tiba di tanah air pada Kamis (3/3) sekitar pukul 17.12 WIB. Mereka tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Selain itu, dalam penerbangan tersebut juga ikut turut serta beberapa warga negara Ukraina yang merupakan keluarga dari hasil perkawinan campuran dengan warga negara Indonesia. Adapun rincian penumpang yang datang terdiri dari 12 pria, 50 wanita, 17 anak, dan 4 orang ekspatriat.
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































