Peran Kowal dalam Satgas MTF TNI Konga Diapresiasi UNIFIL

Jakarta, IDM - Keikutsertaan militer wanita Indonesia dalam misi perdamaian dunia Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) mendapat apresiasi tinggi dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Dalam misi perdamaian dunia itu, TNI AL memberikan kesempatan lebih luas kepada militer wanita dengan mengerahkan dua perwira dan enam bintara Wanita Angkatan Laut (Kowal) yang menjadi sorotan Head of Gender Affair Officer UNIFIL Rana Rahal.
Dalam workshop yang membahas isu gender yang digelar di KRI Frans Kaisiepo-68, di pelabuhan Beirut, Lebanon, Rana mengatakan dia sangat terkesan dengan keterlibatan prajurit Kowal.
Baca Juga: Etape Keenam, KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran ke Aljazair
"Saya sangat terkesan dengan aktivitas Kowal dan SOP yang diterapkan (Indonesia), dalam penanganan pengungsi sebagai Best Practice yang baru pertama saya jumpai setelah 20 tahun berdinas di UNIFIL," kata Rana dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (23/5).

" Gender integration dan penanganan pengungsi ini akan menjadi rekomendasi saya kepada Head of Mission atau Force Commander untuk menerbitkan regulasi dan SOP dengan mengadopsi apa yang dilaksanakan TNI AL," tambahnya.
Selain mengawaki peralatan canggih di kapal kombatan serta terlibat dalam kegiatan operasi dan latihan berdasarkan Mandat PBB, prajurit Kowal juga menjadi bagian dari diplomasi militer, duta kebudayaan dan pariwisata yang baik.
Baca Juga: Tinjau Persiapan JAT di Malaysia, Dankodiklatau: Tampilkan yang Terbaik pada Dunia Internasional

Sejalan dengan itu Komandan Satgas MTF Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, menyampaikan apresiasi dari tim Gender Advisory Unit UNIFIL merupakan adalah komitmen Indonesia dalam mencapai tujuan UNIFIL.
"Termasuk yang terkait dengan isu gender berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1325 tentang Perdamaian dan Keamanan Perempuan," ujar John.
Sebelumnya, Kowal yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N sejauh ini tercatat telah berkontribusi dalam penyelamatan 232 pengungsi yang kapalnya tenggelam di Laut Mediterania akhir tahun lalu. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































