HANKAM

Penyidikan Selesai, Puspom TNI Limpahkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS ke Oditurat Militer

Puspom
Dari kiri ke kanan, Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dan Kababinkum TNI Laksda Farid Ma’ruf. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI melimpahkan kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus kepada Oditurat Militer.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, penyidik Puspom TNI telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, berkas perkara diserahkan ke Oditurat Militer (Otmil) II-07 Jakarta pada Selasa (7/4).

Baca Juga: Prajurit Terlibat Penimbunan BBM, Laporkan ke Puspom TNI

“Telah dilimpahkan berkas perkara, para tersangka, dan barang bukti tindak pidana penganiayaan saudara AY dari penyidik Puspom TNI kepada Otmil II-07 Jakarta, untuk selanjutnya akan diperiksa kelengkapan berkas syarat formil dan materil,” kata Aulia dalam keterangan pers, dikutip Rabu (8/4).

Berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta jika sudah dinyatakan lengkap.

Adapun tersangka yang dilimpahkan berjumlah empat prajurit TNI, antara lain Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES yang merupakan personel Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma Bais) TNI.

Baca Juga: TNI AD Buka Pendidikan Tamtama Penembak Senjata Ranpur Tank AMX-13

Sebelumnya, Aulia menyatakan bahwa keempat personel tersebut dikenakan pasal penganiayaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, Aulia tidak menyebut pasal mana yang menjerat para pelaku.

Puspom TNI menyatakan, keempat personel Denma Bais TNI tersebut terlibat dalam penyiraman Andrie Yunus di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, 12 Maret lalu. Buntut kasus tersebut, Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatan Kepala Bais (Kabais) TNI.

Kasus semula ditangani Polda Metro Jaya, kemudian diserahkan ke Puspom TNI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.