Pentingnya Teknik Renang Rintis bagi Prajurit Marinir dalam Pendaratan Khusus

Makassar, IDM - Prajurit Kompi Komposit Marinir Satgas Pertahanan Pangkalan Laut Natuna Utara (Hanlan LNU) melaksanakan latihan drill renang rintis di Pantai Setengar, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (5/6).
Dikutip dari keterangan Pasmar 1, mengingat tugas pokok prajurit Marinir adalah sebagai pasukan pendarat, kegiatan ini bertujuan menyegarkan kembali pengetahuan dalam melaksanakan renang rintis.
Baca Juga: KSAL: MNEK 2023 Ajang Tukar Pengetahuan dan Pengalaman Antarnegara
Renang rintis adalah salah satu bagian taktik pendaratan khusus (ratsus) dan raid amphibi serta kemampuan yang harus dimiliki sebagai seorang prajurit Korps Marinir.
Komandan Kompi Komposit Marinir Satgas Hanlan LNU Mayor (Mar) Heri Supriyadi, mengatakan renang Rintis adalah unsur paling depan dalam melaksanakan ratsus maupun raid amphibi.
Baca Juga: KSAL Beri Penghargaan pada Nahkoda Kapal Bantu Evakuasi KRI Teluk Hading-538
"Oleh karena itu, saya berharap setiap prajurit Marinir harus menguasai teknik dan taktik dalam melaksanakan renang rintis dengan baik," kata Heri. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































