Penjelasan TNI AD Terkait Bocah yang Jatuh dari Bus

Jakarta, IDM – Kepala Subdinas Penerangan Umum Dinas Penerangan AD (Kasubdispenum Dispenad), Kolonel Mujahidin menjelaskan kronologi jatuhnya bocah dari bus dinas TNI AD di jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) pada Senin (30/6). Kejadian tersebut viral di media sosial (medsos).
"Terkait video viral di medsos tentang anak kecil yang terjatuh dari bus, ada beberapa hal yang bisa saya sampaikan. Pertama, bus yang ditumpangi adalah kendaraan dukungan untuk anggota dan keluarga untuk keperluan takziah menjenguk anggota yang sedang mengalami musibah di wilayah Bogor," kata Mujahidin dalam keterangannya, Rabu (2/7).
Baca Juga: Enam Tahun Tak Ada Nakes yang Datang di Mayuberi Takut Ancaman OPM
Ia melanjutkan, pada saat melintas di jalan tol JORR, terdapat satu orang anak yang cukup aktif duduk di dekat pintu darurat. "Karena tidak mengetahui prosedur keamanan, tiba-tiba pintu terbuka dan anak tersebut terjatuh," kata Mujahidin.
Ia memastikan keadaan bocah tersebut sehat, tidak terdapat luka serius hanya luka lecet ringan.
"Sesaat setelah terjatuh, pengemudi bus segera berhenti. Kondisi anak tersebut dalam keadaan sehat, tidak terdapat luka serius hanya luka lecet ringan," ungkap Mujahidin.
Kejadian itu menjadi viral setelah videonya diunggah akun Threads @eni.santoso72 yang kebetulan melihat langsung peristiwa tersebut, dan kemudian menolongnya.
Baca Juga: KSAL Minta TNI AL Sinergi dengan Semua Instansi Jaga Keamanan Laut
"Saat anak tersebut digendong dan dibawa ke dalam mobil, anak itu terus menangis. Suami saya melihat ada luka di kening anak itu, meskipun tidak berdarah, hanya seperti luka tergores," tulis Eni.
Suami Eni kemudian berusaha menyusul bus yang semula membawa bocah itu, dan akhirnya bertemu dengan rombongan yang sedang menepi di bahu jalan. Si anak lalu diserahkan kepada seorang pria dari rombongan tersebut yang diduga orangtuanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































