HANKAM

Pengibaran Bendera GAM, TNI Utamakan Pendekatan Dialog

Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah.
Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI menyatakan akan mengutamakan pendekatan dialog untuk meredam potensi konflik di Aceh. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyikapi berita yang beredar belakangan ini.

Sejumlah video atau konten di media sosial memuat aksi demonstrasi dan sebagian mengibarkan bendera bulan bintang yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kapuspen TNI lewat keterangan tertulisnya mengonfirmasi bahwa ada kericuhan dalam insiden yang terjadi di Lhokseumawe pada Kamis (25/12) dan Jumat (26/12) tersebut. Terjadi adu mulut hingga pemukulan terhadap aparat. Untuk langkah selanjutnya, TNI akan mengedepankan dialog.

Baca Juga: Marinir Dirikan Dapur Lapangan untuk Kebutuhan Makan Warga Terisolir di Agam Sumbar

“TNI dan pemerintah daerah serta aparat terkait akan terus mengutamakan pendekatan dialog, persuasif, dan humanis untuk meredam potensi konflik, menjaga stabilitas keamanan, serta memastikan masyarakat Aceh dapat fokus pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana,” kata Freddy, Jumat (26/12).

Freddy menyatakan, TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“TNI juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” ujar Kapuspen TNI.

Baca Juga: Dua Kali Terbang, Pesawat TNI AL Angkut Ribuan Kilogram Bantuan ke Takengon Aceh

TNI menegaskan bahwa pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Karena simbol tersebut diidentikkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI, sebagaimana diatur dalam Pasal 106 dan 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 24 huruf a, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2007,” kata Freddy. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.