Penghargaan KSAD untuk Istri Prajurit Setia Dampingi Suami di Daerah Rawan

Jakarta, IDM – Di momentum Hari Raya Natal dan akhir tahun 2024, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan kado istimewa untuk istri para prajurit yang tetap setia menemani tugas sang suami di daerah rawan.
Dilansir keterangan dari Dispenad, Jumat, (27/12) kado istimewa ini diberikan kepada Ika Teguh (anggota Persit Kodim 1706/Nduga) Dam XVII/Cen, Istri dari Serka Teguh Hermanan dan Sumarni Rusli (anggota Persit Kodim 1715/Yahukimo) Dam XVII/Cen, Istri dari Serda Rusli.
Baca Juga: Marinir Penjaga Laut Natuna Utara Pertajam Kemampuan Menembak
Keduanya menemani sang suami di daerah rawan penugasan selama hampir lima tahun lebih. Ika setia mendampingi Serka Teguh Hermanan selama 6 tahun di daerah rawan penugasan sejak Tahun 2018. Dan Sumarni Rusli mendampingi Serda Rusli selama 5 tahun di daerah rawan penugasan sejak Tahun 2019.
Hadiah ini ditandai dengan "surat cinta" dari KSAD yang langsung diberikan Komandan satuan masing-masing di daerah penugasan. Tampak para istri prajurit ini menangis harus saat membaca surat tersebut, kado istimewa tersebut diantaranya adalah hadiah ibadah Umroh. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































