HANKAM

Marinir Penjaga Laut Natuna Utara Pertajam Kemampuan Menembak

Prajurit Laut Natuna Utara V
Prajurit Satgas Laut Natuna Utara V melaksanakan latihan menembak di Natuna, Kamis (26/12). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Laut Natuna Utara melaksanakan kegiatan menembak di Kompi Komposit Marinir Setengar, Natuna, Kamis (26/12).

Komandan Satgas Laut Natuna Utara V Mayor (Mar) Henry Daniel Sirait mengatakan, latihan menembak tersebut bertujuan meningkatkan kemapuan menembak para prajurit, terutama dalam akurasi serta menjaga kesiapan dan siaga selama penugasan ini.

"Prajurit harus memiliki kemampuan menembak yang baik. Laksanakan latihan dengan serius, perhatikan dinstruksi pelatih sehingga kemampuan menembak kalian meningkat," tegas Henry kepada para prajurit satgas, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Baca Juga: Pimpin Upacara Pemakaman Militer Pelda Agus, Dandim Tulungagung: Kami Kehilangan Prajurit Berdedikasi

Adapun kegiatan menembak ini diawali dengan pemeriksaan personel, pemanasan, pembagian gelombang menembak serta instruksi terkait prosedur keamanan serta teknik menembak yang tepat dan akurat.

Tak lupa, Henry menekankan kepada prajurit satgas agar memerhatikan namun faktor keaman dan keselamatan selama latihan menembak.

"Pastikan kembali untuk melakukan pembersihan senjata untuk menjaga senjata kita tetap siap digunakan sewaktu-waktu," pesannya.

Di Kepulauan Natuna, tepatnya di Setengar, TNI menugaskan Satgas Komposit Marinir untuk menjaga wilayah terluar dan terdepan Indonesia. Tidak hanya itu, di beberapa pulau terluarnya, misalnya di Pulau Laut dan Pulau Sekatung, pasukan Marinir yang tergabung dalam Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar juga menjaga pulau-pulau terdepan Indonesia itu.

Dalam rentang waktu hampir 30 tahun, Korps Marinir mengirimkan prajuritnya ke daerah-daerah perbatasan misalnya seperti di Blok Ambalat, yang merupakan daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia, juga ke pulau-pulau terluar, yang sebagian besar tak berpenghuni, untuk menegakkan kedaulatan sekaligus menjaga keamanan.

Baca Juga: Momen Natal, 8 Anggota OPM Kembali ke NKRI

Beberapa pulau terluar tak berpenghuni yang saat ini dijaga pasukan Marinir, di antaranya mencakup Pulau Sekatung di Kepulauan Natuna, Pulau Nusa Barung di Jember, Pulau Dana, dan Pulau Batek.Pulau Nusa Barung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berada di wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia.

Kemudian, Pulau Dana di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, juga merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia. Terakhir, Pulau Batek merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 17.000 lebih pulau, dan hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.