HANKAM

Pemilu 2024, KSAD: Jika Ada yang Dukung Salah Satu Partai Langsung Saya Ganti!

Jika Ada yang Dukung Salah Satu Partai Langsung Saya Ganti!
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat memimpin peringatan Hari Juang TNI AD ke-77 di Mabesad. (Dok. Dispenad)

Jakarta, IO - Menjelang pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit TNI AD untuk menjaga netralitas politik.

Ia pun meminta seluruh jajaran di TNI AD harus mencermati jangan berpolitik praktis.

"Jangan sampai kita main-main dan jangan coba-coba, kalau ada yang mendukung salah satu partai saya ganti langsung itu,” kata Dudung di Mabesad, Rabu, (28/12).

Hal yang sama sebelumnya juga diingatkan Presiden Joko Widodo kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang baru dilantik.

Presiden meminta untuk menjaga netralitas TNI di Pemilu 2024. Jokowi berharap, Yudo memastikan TNI tidak terlibat dalam politik praktis termasuk di setiap tahapan Pemilu 2024.

Baca: Jabatan Pangdam V/Brawijaya dan Aster KSAD Dirombak, Ini Penggantinya

"Menjaga yang paling penting, menjaga netralitas TNI agar tidak ketarik-tarik dalam politik praktis," ujar Presiden Jokowi, Senin (19/12) lalu. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.