Pemilu 2024, KSAD: Jika Ada yang Dukung Salah Satu Partai Langsung Saya Ganti!

Jakarta, IO - Menjelang pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit TNI AD untuk menjaga netralitas politik.
Ia pun meminta seluruh jajaran di TNI AD harus mencermati jangan berpolitik praktis.
"Jangan sampai kita main-main dan jangan coba-coba, kalau ada yang mendukung salah satu partai saya ganti langsung itu,” kata Dudung di Mabesad, Rabu, (28/12).
Hal yang sama sebelumnya juga diingatkan Presiden Joko Widodo kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang baru dilantik.
Presiden meminta untuk menjaga netralitas TNI di Pemilu 2024. Jokowi berharap, Yudo memastikan TNI tidak terlibat dalam politik praktis termasuk di setiap tahapan Pemilu 2024.
Baca: Jabatan Pangdam V/Brawijaya dan Aster KSAD Dirombak, Ini Penggantinya
"Menjaga yang paling penting, menjaga netralitas TNI agar tidak ketarik-tarik dalam politik praktis," ujar Presiden Jokowi, Senin (19/12) lalu. (rr)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































