Pemerintah Terus Laksanakan OMC di Papua Selatan untuk Kurangi Titik Api

Jakarta, IDM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Lanud J.A. Dimara bersama beberapa instansi, yakni AirNav, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Distrik Salor dan Distrik Kepi, Papua Selatan, Rabu (28/10).
Penyemaian 1.000 kilogram garam (NaCl) yang dilakukan dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B tersebut dilakukan untuk mendukung pembentukan awan hujan. Berdasarkan data pelaksanaan operasi, total garam yang telah disemai sejak 22 hingga 28 Oktober 2026 mencapai 10 ton dengan 10 sortie.
Baca Juga: Sinergi TNI-Polri Kawal Penegakan Hukum Karhutla: 245 Orang dan 20 Korporasi jadi Tersangka
Secara umum, kegiatan OMC menjangkau tiga wilayah sasaran, yakni Kabupaten Merauke, bagian selatan Kabupaten Mappi, serta bagian selatan Kabupaten Boven Digoel. Pelaksanaan operasi ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mendukung pembentukan awan hujan sesuai kondisi atmosfer di wilayah sasaran.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengungkapkan sejumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan telah menurun seiring dengan pelaksanaan OMC.
“Saat ini bisa kami sampaikan, dari hari-hari sebelumnya turun signifikan titik api sebesar 78 persen. Tadinya titik api sebesar 295, saat ini kita dapati ada 65 titik,” kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (29/10).
Berton menambahkan, hujan yang turun di Papua Selatan cukup merata dan meningkatkan jarak pandang dari 1–5 kilometer (km) menjadi 7–8 km. Kondisi ini diperkirakan terus membaik seiring dengan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah Merauke Selatan.
Baca Juga: Menko Polkam Dudung Evaluasi Huntara Manggarai Barat, Pastikan Penanganan Korban Gempa Tepat Sasaran
Meski demikian, BNPB mengingatkan bahwa ancaman fenomena El Niño yang kuat masih membayangi sebagian wilayah Papua. Kondisi tersebut, disertai angin kering, meningkatkan risiko kebakaran lahan di Papua Selatan.
“Dan tentu kami juga menyampaikan, El Niño saat ini sangat kuat dan Papua Selatan sangat rawan terbakar. Serta asap lintas batas dari Papua Nugini juga datang ke Papua Selatan,” jelas Berton.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































