HANKAM

Pembukaan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020

Pembukaan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020
Pembukaan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020

Jakarta, IDM - Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., diwakili oleh Kepala Staf Koarmada I Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han)., selaku Wadirlat secara resmi membuka kegiatan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020 bertempat di Gedung Iman Taufik, Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020).

Pangkoarmada I dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Staf Koarmada I menyampaikan bahwa “Sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Koarmada I merupakan kotama operasional yang mengemban fungsi TNI Angkatan Laut di bidang pertahanan laut memiliki kewajiban dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Sebagai implementasi tugas TNI selaku penangkal dan penindak setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata, gelar Operasi Militer Perang (OMP) Koarmada sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan”.

“Dalam konteks ini salah satu kemampuan penting yang menjadi core competency Koarmada I adalah kemampuan dalam daya gempur berupa tembakan yang tepat sasaran. Untuk itu, tepat kiranya dilaksanakan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020 ini guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme Prajurit TNI AL dalam melaksanakan operasi dukungan tembakan,” ujarnya.

Pembukaan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020
Foto Dok./Dispen Koarmada I

Lebih lanjut disampaikan bahwa “Latihan ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan, mengasah, dan mengukur tingkat kemampuan personel, unsur-unsur KRI Koarmada I, serta mensinergikan dengan unsur terkait sebagai unsur pendukung dalam setiap melaksanakan kegiatan operasi sehingga dapat diperoleh suatu gambaran kemampuan operasional Koarmada I, mulai dari tingkat perorangan sampai dengan tingkat satuan dalam melaksanakan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020”.

“Kegiatan Latihan Operasi Dukungan Tembakan ini difokuskan dalam pelaksanaan latihan perencanaan, penyiapan persenjataan serta ketepatan penembakan terhadap sasaran yang dilakukan secara gabungan dalam bentuk unsur tugas guna tercapainya interoperabilitas dari tahap deteksi sampai dengan tahap netralisasi. Adapun sasaran latihan yang ingin dicapai dari Latihan Operasi Dukungan Tembakan ini adalah tercapainya pemahaman personel tentang prosedur penembakan, dan peningkatan kemampuan personel dalam pengopresian senjata,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri oleh Paban III Lat Sopsal, Kasubdislat Disoplatal, Ir Koarmada I, Kapok Sahli Koarmada I, Danlantamal III, Para Asisten Pangkoarmada I, Dankolat Koarmada I, Dansatfib Koarmada I, Dansatud Koarmada I, Kadiskes Koarmada I, Kadiskomlek Koarmada I, Kadislambair Koarmada I, Kadismatbek Koarmada I, Koorsmin Pangkoarmada I. (rgp/wan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.