Pembekalan Survival dan SAR, Taruna Akademi Angkatan Udara Ikuti Latihan Wanatirta 2023

Jakarta, IDM - Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo membuka secara resmi Latihan Wanatirta yang digelar di wilayah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, Senin (13/11). Latihan ini diikuti oleh para Taruna AAU Tingkat III dan IV selama 5 hari.
“Latihan Wanatirta bertujuan untuk memberi pembekalan, pengalaman, dan pengenalan dasar-dasar survival, evasion, resistance and escape (SERE); serta kemampuan search and rescue (SAR) layaknya awak pesawat militer kepada para Taruna AAU,” ungkap Gubernur AAU dalam sambutannya dilansir dari keterangan instagram @militer.udara, Selasa (14/11).
Baca Juga: Sukses Gelar Latihan Yonif 503/Mayangkara Siap Diberangkatkan ke Papua
Marsda TNI Purwoko kemudian berharap agar para Taruna mampu bertahan hidup, baik di darat (hutan dan gunung) maupun di air dengan segala tantangan yang mungkin mereka hadapi, seperti tantangan cuaca, medan, dan musuh.

Melansir keterangan Penerangan AAU, materi latihan yang diberikan di hari pertama antara lain Hanmars dan Sea Survival. Hanmars merupakan bentuk latihan taruna dengan cara berjalan kaki untuk menempuh jarak tertentu dan melewati berbagai macam kontur medan di rute yang telah ditetapkan. Sementara itu, materi Sea Survival meliputi mendayung perahu; serangan udara; hoist; dan helly box.
Dalam latihan tersebut, Taruna Tingkat III diskenariokan melaksanakan operasi penerbangan di daerah musuh dengan menggunakan pesawat transport. Namun, pesawat mengalami kerusakan dam kondisi emergency lantaran tertembak musuh dan mengakibatkan pesawat harus mendarat darurat di Waduk Sermo.
Baca Juga: Wakili KSAU, Pangkoopsudnas Hadiri Pacific Air Chiefs Symposium 2023 di Hawaii
Seluruh awak selamat, namun terdapat penumpang yang cedera. Mereka yang cedera kemudian dijemput dengan menggunakan helikopter dan penumpang yang belum bisa dievakuasi harus melakukan Sea Survival di Waduk Sermo.
“Diharapkan dengan melaksanakan latihan tersebut, Taruna AAU memiliki pengetahuan dan bekal yang cukup dalam melaksanakan tugas pengabdian sebagai perwira TNI Angkatan Udara khusus dalam menghadapi kondisi berbahaya di lokasi musuh,” pungkas Penerangan AAU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































