HANKAM

Pelayaran Kadet Asean Plus Berakhir di Penang, KRI Bima Suci Lanjutkan Misi ke Thailand

KRI Bima Suci
KRI Bima Suci mengantarkan para kadet Asean Plus 2025 di Penang, Malaysia, Minggu (17/8) sebagai etape pelayaran terakhir. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Pelayaran Asean Plus Cadet Sail 2025 resmi berakhir di Penang, Malaysia. KRI Bima Suci menjadi kapal penutup etape internasional tersebut setelah melaksanakan upacara HUT ke-80 RI di Selat Malaka, Minggu (17/8).

Kedatangan KRI Bima Suci di Penang disambut Pangkoarmada I Laksamana Muda Fauzi, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda Dato Rusman.

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, mengatakan usai penutupan pelayaran Asean Plus, para taruna AAL angkatan ke-72 korps pelaut akan melanjutkan misi Kartika Jala Krida (KJK) 2025.

Baca Juga: Tradisi Unik di Markas Tentara Kostrad Salatiga Memperingati HUT ke-80 RI

"Para taruna AAL melanjutkan misi pelayaran ke Sattahip, Thailand, sebelum menuju Brunei Darussalam, Tarakan, Makassar, dan kembali ke Surabaya," kata Sugeng, dikutip dari laman TNI AL, Senin (18/8).

Selama berada di Penang, Sugeng mengungkapkan para taruna AAL akan menampilkan atraksi marching band 'Genderang Suling Gita Jala Taruna' di Padang Kota Lama, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dengan komunitas maritim setempat.

KRI Semarang-594
KRI Semarang-594 yang membawa 105 taruna AAL korps teknik, elektronika, dan suplai sandar di Lombok, NTB, sejak Sabtu (16/8). Kapal ini dijadwalkan melakukan sejumlah agenda hingga lima hari ke depan. (Foto: Dok. TNI AL)

Terpisah, KRI Semarang-594 yang membawa 105 taruna AAL angkatan ke-72 korps teknik, elektronika, dan suplai dalam pelayaran Kartika Jala Krida 2025, juga melaksanakan upacara HUT ke-80 RI saat sandar di Gili Mas, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Pangdam Kasuari Pimpin Upacara HUT ke-80 RI: TNI Garda Terdepan Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Komandan KRI Semarang-594 Letkol Laut (P) Agus Yunianto menjelaskan, kapal perang yang sandar di Lombok sejak Sabtu (16/8) ini akan melakukan sejumlah kegiatan sampai lima hari ke depan.

"Para taruna akan berkunjung ke Forkopimda NTB, pawai budaya, mengisi waktu luang dengan pre-test yang diselenggarakan masing-masing korps, hingga menggelar lomba HUT ke-80 RI di atas KRI Semarang," jelasnya.

Adapun KRI Semarang bakal menempuh jarak pelayaran sejauh 3.360 mil laut selama 31 hari dengan rute Jakarta–Surabaya (Jawa Timur)–Lombok (Nusa Tenggara Barat)–Bitung (Sulawesi Utara)–Brunei Darussalam. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.