Pelayaran Etape Kelima KJK 2024, KRI Bima Suci Sandar di Shanghai

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci sandar di Shanghai, Minggu (8/9), usai melintasi Laut China selama 7 hari dalam etape kelima pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2024.
Kedatangan kapal layar latih milik TNI AL ini disambut oleh Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda Budi Setiawan, Staf Ahli KSAL Laksamana Mud Dwika, dan Atase Pertahanan RI Untuk Cina Brigjen (Mar) Benny P Nadeak.
Baca Juga: Panglima TNI Ucapkan Terima Kasih, UAE Bantu Pengiriman Nakes ke Gaza
"Shanghai merupakan kota kelima yang disinggahi KRI Bima Suci," tulis keterangan Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko, dikutip Senin (9/9).

Rencananya, kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Hastaria ini sandar di Shanghai selama 5 hari, yakni mulai 6-10 September. Dalam persinggahannya, KRI Bima Suci akan melaksanakan sejumlah kegiatan.
"Berbagai kegiatan akan dilaksanakan, seperti open ship, courtesy call kepada pejabat setempat, cocktail party, sport activity, cultural visit di kota Shanghai, Cina," kata Widyo.

Adapun KRI Bima Suci yang membawa 98 personel kapal beserta 189 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) ini dijadwalkan berlayar keliling dunia selama 90 hari dengan menempuh jarak sekitar 10.715 mil laut.
Pada rute pelayaran diplomasi dan muhibah Kartika Jala Krida 2024, KRI Bima Suci akan menempuh rutr Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan dan kembali lagi ke Surabaya, pada Oktober mendatang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































