HANKAM

Pekan Kedua Reconex 2024, Marinir Indonesia-AS Laksanakan Pertolongan Taktis Korban Tempur

Prajurit Taifib 1 Marinir dan US Marforpac
Prajurit Taifib 1 Marinir dan US Marforpac 1st Marine Expeditionary Force berlatih tactical combat casualty care di Lanudal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (7/5). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Memasuki minggu kedua latihan bersama Reconnaissance Battalion (Reconex) 2024, saat ini prajurit Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tengah memasuki materi pertolongan taktis korban tempur.

Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir dan Marinir AS (US Marforpac) 1st Marine Expeditionary Force melaksanakan latihan pertolongan taktis korban tempur di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (7/5).

Pertolongan taktis korban tempur atau combat casualty care merupakan rangkaian tindakan untuk menolong prajurit yang mengalami cedera atau luka tempur agar terhindar dari kematian dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Baca Juga: Koarmada II Siapkan 9 KRI hingga Drone untuk Latopslagab di Laut Jawa dan Bali

Komandan Yontaifib (Danyontaifib) 1 Marinir Mayor (Mar) Laili Nugroho menyampaikan pertolingan taktis korban tempur tidak hanya berfokus pada penanganan medis, tetapi juga pada pengamanan, penilaian situasi dan resiko.

Prajurit Taifib 1 Marinir dan US Marforpac
(Foto: Dok. Pasmar 1)

"Tujuan dari latihan tactical combat casualty care adalah untuk melatih prajurit bagaimana menangani korban pertempuran secara efektif sambil mencegah korban tambahan dan tetap fokus dalam menyelesaikan misi," jelas Laili, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Ia melanjutkan materi pertolongan taktis korban tempur dibagi menjadi tiga perawatan, yaitu Care Under Fire (CUF), Tactical Field Care (TFC), dan Tactical Evacuation Care (TACEVAC).

"Tactical combat casualty care sangat efektif dalam pertempuran, terutama menyelamatkan korban di medan perang sehingga mental prajurit akan tetap terjaga," ujar Lali.

Prajurit Taifib 1 Marinir dan US Marforpac
(Foto: Dok. Pasmar 1)

Baca Juga: Koarmada III Akan Gelar Latihan SAR di Wilayah Perairan Papua

Adapun Reconex 2024 dijadwalkan berlangsung dari 25 April-10 Mei di beberapa wilayah, yaitu Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina, Sukabumi, Landasan Udara TNI AL (Lanudal) Pondok Cabe, Banten, dan Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Para prajurit Korps Marinir dari kedua negara itu akan menjalani latihan yang meliputi menembak combat marksmanship, sniper range, tactical combat casual care, joint combined exchange training, close quarter battle, dan ground recon patrol supported.

Kemudian, materi mission planning and brief procedure hingga military free fall jump dan terakhir akan dilanjutkan dengan latihan full mission profile. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.