PBB Beri Penghargaan untuk Yonzipur 4/TK, Batalion Zeni Tertua di Indonesia

Jakarta, IDM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan Penghargaan Medal Parade (UN Medal) untuk Batalion Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya (TK) yang merupakan Batalion Zeni TNI AD tertua di Indonesia. Batalion ini di bawah organik Kodam IV/Diponegoro.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Jumat (18/9), penghargaan UN Medal ini sebagai bentuk penghargaan PBB atas dedikasi, disiplin, profesionalisme, dan pengabdian dalam mendukung misi perdamaian melalui United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).
Bagi prajurit Satgas Kizi TNI, UN Medal bukan sekadar penghargaan. Di baliknya terdapat perjalanan pengabdian yang dijalani jauh dari keluarga dan tanah air. Dengan Main Body Yonzipur 4/TK Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Komandan Satgas Letkol Czi Septian Hermawan Saputra, para prajurit membawa kemampuan Zeni sekaligus nama baik TNI dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menjalankan mandat perdamaian dunia.
Baca Juga: SMEE Elang Malindo 2026, TNI AU-TUDM Bahas Operasi dan Pemeliharaan Pesawat Angkut hingga Tempur
Dijelaskan nilai disiplin, kerja keras, tanggung jawab, gotong royong, guyub rukun, dan tepa selira yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Jawa menjadi bagian dari karakter yang dibawa para prajurit dalam penugasan.

"Jauh dari tanah air, nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui kemampuan bekerja dalam tim, menghormati perbedaan, menjaga soliditas, serta membangun kerja sama dengan berbagai unsur dalam lingkungan MINUSCA. Setiap tugas yang diselesaikan menjadi bagian dari kontribusi Indonesia bagi perdamaian di Republik Afrika Tengah," tulis keterangan Dispenad.
Semangat tersebut juga hadir melalui diplomasi budaya dalam rangkaian Medal Parade. Pencak silat serta berbagai kesenian dari Sumatra, Betawi, Jawa, Bali, hingga Papua ditampilkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara di lingkungan multinasional MINUSCA.
Baca Juga: Tank Amfibi LVT-7A1 Marinir Mejeng di Monas Jelang TNI Fair 2026
Bagi para prajurit, UN Medal juga menjadi kebanggaan yang dipersembahkan kepada keluarga dan satuan di tanah air. Sebab doa orang tua, istri, anak, serta dukungan masyarakat menjadi kekuatan moral yang menyertai perjalanan pengabdian mereka. Sementara bagi Yonzipur 4/TK, keberhasilan Satgas merupakan bagian dari kehormatan dan tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan negara dengan terus mempertahankan profesionalisme dan nama baik satuan.
"Pengabdian Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA menjadi perwujudan bahwa di mana pun bertugas, prajurit Indonesia senantiasa membawa kehormatan bangsa, menjaga nama baik satuan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, serta perdamaian dunia," tutup Dispenad.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































