Pasukan Khusus Indonesia-China Jajaki Kerja Sama Latihan

Jakarta, IDM - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Indonesia dan pasukan khusus dari China menjajaki kerja sama di bidang latihan dan peningkatan profesionalisme pasukan khusus.
Penjajakan ini ditandai dengan kunjungan Kehormatan General Liu Zhenli, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Markas Kopassus, Cijantung, pada Sabtu (11/1/2025) kemarin.
Baca Juga: KRI I Gusti Ngurah Rai Evakuasi Kapal Nelayan Terdampar di Laut
Kedatang General Liu Zhenli disambut langsung Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Djon Afriandi.
"Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa poin kerjasama diantaranya bidang latihan dan peningkatan profesionalisme pasukan khusus kedua negara," tulis keterangan Penkopassus dikutip Senin, (13/1).
Sebelumnya, General Liu Zhenli juga bertemu Menteri Pertahanan RI, Sjafri Syamsuddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang dibahas terkait penguatan hubungan pertahanan secara bilateral. Termasuk juga beberapa penguatan kegiatan seperti pertukaran teknologi, kemudian komunikasi, termasuk juga pertukaran personel. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































