Pastikan Kesiapsiagaan Pertahanan Udara, Pangkohanudnas Tinjau Den Arhanud 003/ARK dan Satrudal 421

Jakarta, IDM – Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono meninjau langsung kesiapsiagaan unsur-unsur pertahanan udara TNI yang berada di bawah kendali Kohanudnas, dua di antaranya adalah Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 003/ARK dan Satuan Rudal (Satrudal) 421.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari tugas serta tanggung jawab utama Kohanudnas dalam menyelenggarakan pertahanan dan keamanan terpadu atas ruang udara nasional.
Baca Juga: TNI AD Ungkap Ada Munisi dan Miras Ilegal Masuk di Perbatasan RI-Malaysia
Marsdya TNI Andyawan bersama rombongan mengawali kunjungan kerjanya dengan mendatangani Detasemen Arhanud 003/ARK yang berlokasi di Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (21/1). Dalam kesempatan tersebut, Pangkohanudnas menegaskan kembali peran penting satuan Arhanud dalam sistem pertahanan udara nasional.

“Satuan Arhanud merupakan salah satu unsur vital dalam sistem pertahanan udara nasional yang menuntut kesiapsiagaan tinggi, kecepatan bertindak, ketepatan operasi, serta interoperabilitas lintas matra,” ungkap Andyawan dikutip dari unggahan instagram @kohanud_nasional, Kamis (22/1).
Selanjutnya, kunjungan kerja dilanjutkan ke Satrudal 421 yang berlokasi di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten. Menurut Pangkohanudnas, unsur rudal juga memiliki peran startegis sebagai komponen penangkal utama dalam sistem pertahanan udara nasional, khususnya yang berbasis titik-titik vital dan strategis.
Baca Juga: Warga Menangis Melepas Kepulangan Prajurit TNI AD Usai Bertugas di Aceh Tamiang
Dengan peran tersebut, satuan rudal diharapkan dapat beroperasi dengan cepat, tepat, serta terintegasi guna mendukung penyelenggaraan pertahanan udara nasional yang efektif dan terpadu di bawah kendali Kohanudnas.
“Kunjungan ini menegaskan komitmen Kohanudnas untuk memastikan seluruh unsur pertahanan udara TNI senantiasa berada pada tingkat kesiapsiagaan optimal dalam menjaga kedaulatan ruang udara nasional,” pungkas Marsdya TNI Andyawan. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































