Paspampres dan US Marsoc akan Gelar Latma Lima Hari, Ini Materinya

Jakarta, IDM – Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) akan menggelar latihan bersama (Latma) dengan United States Marine Corps Forces Special Operations Command (US MARSOC).
Hal ini dipastikan saat Paspampres melaksanakan survei pendahuluan lokasi atau Pre Deployment Site Survey (PDSS) di Detasemen Latihan Paspampres, Kamis (26/2).
Baca Juga: Perkuat Sinergi dan Pemberdayaan, Kodiklatad Gandeng Bank Mandiri Bangun Greenhouse Kopi
Dilansir dari keterangan PPID Paspampres, Jumat (27/2), Latma direncanakan berlangsung selama lima hari pada bulan April 2026 dengan materi meliputi Tactical Combat Casualty Care (TCCC), Close Quarters Battle (CQB), hingga Combat Marksmanship (CMMS).
Dalam pelaksanaan survei, Paspampres bersama SSG Mark Mhichael Maspanyok dari US MARSOC meninjau ruang kelas, lapangan tembak indoor dan outdoor, serta lapangan Pertempuran Jarak Dekat (PJD) indoor dan outdoor Paspampres guna memastikan kesiapan sarana prasarana serta dukungan teknis latihan.
Baca Juga: Bangun Satrad di Bengkulu, TNI AU Perkuat Pengawasan dan Pengamanan Udara Selatan Sumatra
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat interoperabilitas, profesionalisme, dan kemampuan taktis prajurit Paspampres. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































