HANKAM

Bangun Satrad di Bengkulu, TNI AU Perkuat Pengawasan dan Pengamanan Udara Selatan Sumatra

Zulkifli Arif Purba
Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Zulkifli Arif Purba (kanan) bertemu dengan Wakil Gubernur Bengkulu Mian (kiri) untuk menyampaikan rencana pembangunan Satuan Radar di Bengkulu. (Foto: Dok. Pemprov Bengkulu)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) berencana untuk membangun Satuan Radar (Satrad) yang berlokasi di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.

Rencana tersebut terungkap dalam pertemuan Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel Pnb Zulkifli Arif Purba dengan Wakil Gubernur Bengkulu Mian, di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Bengkulu, Kamis (26/2).

Baca Juga: Gelar Rapat Intelijen, Kasum TNI Sebut Pentingnya Membaca Perubahan Lingkungan Strategis

Dalam pertemuan tersebut, Danlanud Sri Mulyono menjelaskan, pembangunan Satrad di Bengkulu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemantauan serta pengamanan wilayah udara, khususnya di kawasan Sumatra bagian selatan.

“Keberadaan radar tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini dan respons terhadap potensi ancaman di ruang udara nasional,” jelas Kolonel Pnb Zulkifli dikutip dari laman resmi Provinsi Bengkulu, Jumat (27/2).

pejabat Lanud Sri Mulyono Herlambang
Jajaran pejabat Lanud Sri Mulyono Herlambang mendampingi Komandan Lanud SMH untuk bertemu dengan Wakil Gubernur Bengkulu Mian. (Foto: Dok. Pemprov Bengkulu)

Ia menambahkan, pembangunan Satrad direncanakan dimulai pada minggu kedua April. Oleh karena itu, kunjungan Danlanud SMH ini sekaligus dilakukan untuk meminta dukungan pemerintah daerah terkait rencana pembangunan fasilitas radar tersebut.

Baca Juga: Bakal Digembleng Marinir, ASN Komcad Belajar Ilmu ‘Survival’ hingga Cara Pakai Senjata

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyatakan dukungan penuh Pemprov terkait rencana pembangunan Satrad dan mengapresiasi langkah strategis TNI AU dalam memperkuat pertahanan udara, khususnya di wilayah Bengkulu.

“Atas nama Gubernur Bengkulu, kami menyampaikan terima kasih. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas radar di Bengkulu Selatan sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan udara,” pungkas Mian. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.