Panglima Yudo: Latgab TNI 2023 Ajang Uji Kesiapsiagaan Kogabwilhan

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan Latihan Gabungan (Latgab) TNI yang segera berlangsung merupakan ajang uji kesiapsiagaan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan).
Ia merinci, Latgab TNI 2023 akan dilaksanakan di tiga titik, yakni Kogabwilhan I di Dabo Singkep, Riau; Kogabwilhan II di Asembagus, Jawa Timur; dan Kogabwilhan III di Manokwari Selatan.
Baca Juga: KRI Tuna-876 Akan Perkuat Koarmada I, Ini Spesifikasi Senjata Kapal PC-60 Made in Batam
Dalam Latgab tersebut, Yudo mengatakan sejumlah kegiatan yang bakal digelar antara lain latihan operasi udara gabungan, operasi laut gabungan, operasi amphibi.
"Operasi pendaratan administrasi, operasi lintas udara, operasi pendaratan gabungan dan operasi dukungan," tutur Yudo, dikutip dari Puspen TNI, Kamis (6/7).
Baca Juga: RI Boyong Super Hercules C-130J, Pengamat: Diplomasi Prabowo Berhasil Yakinkan AS
Yudo berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah meningkatan daya tempur tiap matra hingga menguji kemampuan alutsista TNI.
"Terujinya kemampuan interoperability angkatan dan terujinya doktrin, prosedur dan organisasi dalam pelaksanaan keamanan militer maupun operasi gabungan," kata Yudo. (un)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































