Panglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Wismoyo Arismunandar

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan ziarah ke makam Presiden RI ke-2 Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto dalam rangka peringatan HUT Ke-79 TNI tahun 2024, bertempat di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (7/10/2024).
Baca Juga: Memasuki Usia 79 Tahun TNI Transisi Kepemimpinan dan Tekad Menuju Indonesia Emas
Selain ziarah ke Makam Soeharto, Panglima TNI juga ziarah ke Makam Kasad ke-17 Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar.
Dilansir keterangan dari Puspen TNI, Selasa, (8/10) kegiatan ziarah ini merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa mendiang Jenderal Besar Soeharto, yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa dan TNI.
Baca Juga: Rotasi Jabatan, Pangkoopsudnas Lantik Pejabat Baru Askomlek Kaskoopsudnas
Turut mendampingi Panglima TNI diantaranya, Irjen TNI Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Gabriel Lema, Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Jamalullael, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Novy Helmi Prasetya, Pangdam IV/Dipenegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, Danlanud Adi Soemarmo Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko, serta Pejabat TNI lainnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































