HANKAM

Panglima TNI Ungkap Rencana Kenaikan Pangkat Dankormar Bintang 3

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan audiensi dengan Menpan RB Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Kamis (11/1). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan rencana kenaikan dan penurunan strata pangkat perwira tinggi di sejumlah institusi TNI.

Hal tersebut dikemukakan oleh Agus saat melakukan audiensi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas, Jakarta, Kamis (11/1).

"Peningkatan status Komandan Korps Marinir dari bintang 2 menjadi bintang 3, kemudian RSPAD, Puspomad dari bintang 3 menjadi bintang 2," ungkap Agus, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Sabtu (13/1).

Baca Juga: Buka Pendidikan Transisi I F-16 C/D, Danlanud Iswahjudi: Miliki Kemampuan Mumpuni dan Mental yang Tangguh

Audiensi dengan Menpan RB tersebut bertujuan mengeksekusi perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Reformasi Birokrasi di lingkungan TNI.

Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang peningkatan kesejahteraan prajurit, yaitu usulan tunjangan kinerja (Tunkin) di tubuh TNI dari 70 persen menjadi 80 persen.

"Selain efisiensi sistem kinerja, TNI juga akan mempercepat pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat seperti penanganan stunting, membangun Rumah Tidak Layak Huni atau (RTLH)" papar Agus.

Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah, Lanud SMH Palembang Lakukan Penaburan Benih Ikan

"Program ini bakal berpengaruh pada peningkatan kinerja dan tingkat Tunkin yang diberikan negara," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Abdulllah mengatakan semua proses saat ini sudah mulai berjalan secara paralel.

"Nilai RB TNI pun juga telah naik menjadi 72 persen. Oleh karena itu, menurutnya, dalam waktu dekat Tunkin TNI bisa naik 80 persen," kata Abdullah.

Baca Juga: Jelang HUT Ke-73 Dispenad, Personel Penerangan Kostrad Ziarah Ke TMPN Kalibata

Ia melanjutkan, kinerja TNI saat ini berdasarkan penilaian RB juga telah mengalami peningkatan. Sejalan dengan hal tersebut, ke depannya bakal terus dilakukan evaluasi di internal TNI dalam melihat proses bisnis dan kinerja.

"Tunjangan RB itu akan naik dan akan diberikan jika ada perbaikan proses bisnis," jelasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.