Panglima TNI Unggah Foto Bersama Paus Fransiskus Ungkap Duka Cita Mendalam

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus, Senin (21/4).
Hal ini diungkapkannya lewat unggahan dirinya bersama Paus Fransiskus di media sosial instagram miliknya, dilihat Selasa (22/4).
"Rasa duka cita yang mendalam, atas berpulangnya Paus Fransiskus," tulis Agus.
Baca Juga: Panglima TNI Keluarkan Peraturan Bentuk Unit Produksi di Seluruh Jajaran TNI
Lebih lanjut Agus mengatakan kunjungan Sri Paus Fransiskus ke Indonesia tahun lalu telah memberikan kesan yang mendalam, tidak hanya di kalangan umat Katolik namun di hati seluruh rakyat Indonesia.
"Selamat jalan Sri Paus, komitmen besarmu terhadap perdamaian, kemanusiaan dan persaudaraan akan selalu membekas di hati," tambah pemimpin tertinggi Angkatan Bersenjata Indonesia ini.
Paus Fransiskus tutup usia di umur 88 tahun dan meninggal dunia akibat stroke yang menyerang secara tiba-tiba sehingga mengalami kondisi koma hingga gagal jantung.
Baca Juga: Wakasau Eksplorasi Teknologi dan Inovasi Turki untuk Perkuat Sistem Pertahanan TNI AU
Paus yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio mulai memimpin Gereja Katolik dunia pada Maret 2013 menggantikan pendahulunya Paus Benedict XVI yang mengundurkan diri.
Paus Fransiskus merupakan paus non-Eropa pertama sejak Paus Gregory dari Suriah pada 1.200 tahun lalu. Dia merupakan paus pertama yang berasal dari benua Amerika, tepatnya Argentina. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































