Panglima TNI Tinjau Keamanan Prajurit di Republik Demokratik Kongo

Jakarta, IDM – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto meninjau perkembangan situasi dan keamanan prajurit TNI pasca peningkatan eskalasi kekerasan di Republik Demokratik Kongo.
Tinjauan terhadap prajurit yang tergabung dalam Satgas Konga TNI Monusco dilakukan Agus melalui video conference yang ia bagikan lewat akun instagram pribadinya, @91agussubiyanto, Selasa (4/2).
"Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang sedang bertugas di Kongo," ujar Agus.
Baca Juga: KSAD Sebut Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Daerah
Ia mengingatkan para prajurit yang bertugas menjaga perdamaian Kongo di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk selalu waspada.
"Monitor terus perkembanga situasi yang berubah sangat dinamis dan menuntut peningkatan kewaspadaan oleh masing-masing prajurit," kata Agus.
Selain itu, Panglima TNI juga menegaskan bila situasi tidak terkendali, maka prajurit harus melakukan langkah kontijensi.
Baca Juga: Kapal Induk Prancis Charles De Gaulle Berangkat dari Lombok ke Singapura
"Dan ingat, bahwa kita pasukan perdamaian tidak memihak kepada salah satu kelompok yang sedang bertikai. Apabila kondisi keamanan sudah mengancam segera laksanakan rencana kontijensi," jelas Agus.
Mengutip antaranews.com, PBB pada Sabtu (1/2) mengeluarkan seruan mendesak untuk mengakhiri kekerasan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC), lokasi pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak M23.
Pertempuran tersebut tercatat telah menewaskan setidaknya 700 orang dan melukai 2.800 lainnya dalam lima hari terakhir. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































