HANKAM

Panglima TNI: Soliditas dan Sinergi 3 Matra jadi Kekuatan Utama Jaga NKRI

Upacara Bendera Rutin
Upacara Bendera Rutin, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (17/10). (Foto: Dok. Mabes TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa soliditas dan sinergi antarmatra merupakan kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Kekuatan TNI, menurutnya, terletak pada kekompakan, disiplin, dan kesetiaan terhadap bangsa, yang menjadi fondasi tegaknya TNI sebagai Perisai Trisula Nusantara dan penopang stabilitas nasional.

Hal itu diungkapkan Panglima TNI yang dibacakan Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Mayjen TNI Rudy Puruwito, dalam Upacara Bendera Rutin, di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (17/10).

Baca Juga: Delapan, untuk Capaian Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh prajurit serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Mabes TNI.

Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI atas dedikasi menjaga keutuhan NKRI.

“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI di seluruh wilayah Indonesia, atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya selama ini,” ungkap Panglima TNI.

Lebih lanjut, Agus yang diwakili Aslog Panglima TNI menegaskan peringatan HUT ke-80 TNI menjadi momentum meningkatkan tanggung jawab dan profesionalisme.

Baca Juga: Pertemuan Menhan Sjafrie dan Panglima Australia, Bahas Kerja Sama Siber dan Latma di Indonesia Timur

“Kebanggaan ini harus diterjemahkan menjadi tanggung jawab yang lebih besar. HUT ke-80 harus menjadi penanda bahwa TNI bukan hanya kuat secara alutsista, tetapi juga kuat secara ideologi, karakter, dan mentalitas,” tegasnya.

Menutup amanat, Panglima TNI menerangkan tiga hal utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh Prajurit dan PNS TNI, yakni profesionalisme mutlak, disiplin dan loyalitas, serta kemanunggalan dengan rakyat.

“Kedekatan kita dengan rakyat adalah kekuatan kemanunggalan TNI-Rakyat yang paling ampuh,” pungkasnya. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.