Panglima TNI Sebut Pagelaran Wayang Kulit Merekatkan Hubungan Prajurit dan Rakyat

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan budaya wayang sebagai budaya khas Indonesia yang tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga berisi tuntunan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Lapangan Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (12/6).
“Wayang juga menyatukan kita, nyatanya kita bisa berkumpul di lapangan ini," kata Yudo, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Rabu (14/6).
Baca Juga: Awali Cope West 2023, Pesawat Tempur F-16 TNI AU-US PACAF Lakukan Basic Fighter Maneuver
Yudo pun mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya tersebut. Sebab menurutnya, saat ini banyak warga negara asing, terutama dari kawasan eropa mulai mempelajari wayang.
“Jangan sampai kita melihat wayang di Eropa karena kita sudah tidak cinta lagi, makanya siapa lagi kalau bukan kita, kapan lagi kalau bukan sekarang kita menjaga budaya kita, budaya yang asli Indonesia yaitu wayang,” jelasnya.
Baca Juga: Bakamla RI Jemput Nelayan Terdampar di Malaysia
Selain itu, Yudo juga melihat pagelaran wayang sebagai salah satu wadah bagi TNI untuk mendekatkan diri pada masyarakat. Menurutnya, kebiasaan menonton wayang hingga larut sekaligus menjadi momen berharga bersama rakyat.
"Hiburan seperti ini, prajurit TNI dapat bersama-sama dengan masyarakat karena kalau TNI kuat, masyarakat bermartabat," pungkas dia. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































