Panglima TNI: Prajurit Harus Menguasai Alutsista Canggih

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan prajurit harus menguasai berbagai kemampuan, terutama pengoperasian alutsista canggih.
Mengutip Penerangan Koharmatau melalui instagram @koharmatau04, Selasa (8/10), hal tersebut disampaikan saat upacara HUT ke-79 TNI di Lanud Iswahjudi, Sabtu (5/10). Pesan Agus disampaikan oleh Komandan Depohar 80, Kolonel Tek Wahyu Adji Susanto selaku inspektur upacara.
Selain menguasai alutsista, Agus juga menekankan pentingnya penguasaan kemampuan dasar tempur dan bela diri taktis. Ia juga berpesan agar seluruh prajurit mendahulukan kepentingan rakyat.
Baca Juga: KSAL Apresiasi Penerbang “Rajawali Laut Flight” di HUT Ke-79 TNI
Lewat kesempatan itu, Agus pun mendorong prajurit untuk bekerja dengan ikhlas; memanfaatkan kesempatan yang ada; serta berkontribusi positif terhadap lingkungan sekitar.
Ia menilai semangat gotong-royong dan sinergi dengan seluruh elemen bangsa adalah landasar terpenting dalam menjalankan tugas. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































