Panglima TNI: Pengamanan Nataru Harus Tegas, Namun Humanis

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menginstruksikan personel TNI yang bertugas membantu Polri menjalankan Operasi Lilin 2022 dapat mengamankan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan tegas, namun tetap humanis.
Mengutip keterangan dari Pusat Penerangan TNI, Sabtu (24/12), pernyataan itu dilontarkan Yudo saat memimpin Apel Gelar Operasi Lilin 2022 bersama Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Monas, Kamis (22/12).
“Masyarakat mengharapkan peran kita dalam menjaga keselamatan mereka. Semoga tugas ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar," kata Yudo.
Ia mengatakan, tugas mengamankan Nataru merupakan tugas mulia lantaran menjaga keselamatan masyarakat yang sedang beribadah. Yudo berharap setiap personel yang terlibat dalam tugas tersebut memenuhi tanggung jawabnya dengan ikhlas.
Dalam melaksanakan pengamanan Nataru, TNI mengerahkan 25.000 personel. Yudo merinci, angka tersebut terdiri dari 18.000 TNI AD, 5.000 TNI AL dan 2.000 TNI AU. Para personel akan bertugas selama sebelas hari mulai dari 23 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.
Baca: Korps Peralatan Salurkan Bansos untuk Masyarakat Korban Gempa Cianjur
"Khusus DKI ada 7 SSK (Satuan Setingkat Kompi) lebih banyak dari pada Polda-Polda lain. Selain itu, kita siapkan Alutsista, diantaranya 3 Kapal Rumah Sakit yang di standby-kan dalam pelaksanaan Nataru," ungkap Yudo. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































