Panglima TNI Pastikan Akan Beri Reward untuk Prajurit yang Bebaskan Pilot Susi Air

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan akan memberikan reward dan apresiasi untuk prajurit yang berprestasi termasuk dalam pembebasan pilot Susi Air Captain Phillip Mark Mehrtens dari penyanderaan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu, (21/9) kemarin.
Hal ini dikatakannya menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela kegiatan HUT ke-79 TNI di Monas, Minggu, (22/9).
Baca Juga: OPM Minta Tebusan Pembebasan Pilot Susi Air? Ini Kata Menko Polhukam
"Ya kita akan kasih apresiasi. Semua prajurit yang berprestasi kita kasih reward. Dan yang melanggar kita kasih punishment. Itu visi dan misi saya," kata Agus.
Pada kesempatan tersebut, Agus juga menceritakan proses pembebasan Philip. Ia mengatakan hal ini juga menjadi visi dan misinya yaitu melepaskan sandera dengan soft approach.
"Visi dan misi saya kan salah satunya untuk membebaskan sandera dengan soft approach ya, kita sudah lama sekali untuk menegosiasi, kemudian melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk TNI dengan Polri, kemudian forkopimda yang ada di wilayah tersebut, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan alhamdulillah kemarin pagi bisa diserahkan ke kita," kata Agus.
Baca Juga: HUT ke-79, TNI Gelar Kegiatan Sosial Hingga Hadirkan Pagelaran Wayang
Ia pun memastikan Philip kini sudah diserahkan kepada keluarganya melalui pemerintah New Zealand.
"Dan tadi malem saya dengan Kapolri dengan Menkopolhukam sudah atas nama pemerintah sudah menyerahkan kepada pemerintah New Zealand, diterima oleh duta besar New Zealand di Indonesia. Dan pilot sudah kembali ke tempat asalnya, sudah secara pemerintahan sudah kita serahkan ke New Zealand," kata Agus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































