HANKAM

Panglima TNI Kunjungi Thailand Bahas Kerja Sama Intelijen, Operasi dan Latihan

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Chalermphon Srisawasdi dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja di Thailand, Jumat, (21/7). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Chalermphon Srisawasdi dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja di Thailand, Jumat, (21/7).

Dilansir keterangan resmi Puspen TNI, Minggu, (23/7) kunjungan kerja yang dilakukan selain untuk memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand juga merupakan Introductory Visit yang merupakan bagian dari diplomasi militer.

"Introductory Visit adalah kunjungan perkenalan yang bertujuan untuk saling memperkenalkan diri dan menjalin komunikasi yang lebih baik diantara dua pihak yang dalam hal ini adalah militer dari kedua negara yaitu Indonesia dan Thailand. Kegiatan ini sangat penting dan diperlukan terutama dalam keberlangsungan hubungan militer antar negara yang harmonis dan sinergis," tulis keterangan Puspen TNI.

Baca Juga: Tandai Jejak Penerbangan di Tasikmalaya, TNI AU Serahkan Monumen Pesawat SIAI Marchetti

Setibanya di Thailand, Panglima TNI beserta rombongan diterima dalam upacara Jajar Kehormatan dan disambut langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata beserta staffnya. Rombongan kemudian menuju tempat yang telah disiapkan untuk berlangsungnya pertemuan antara dua pejabat tinggi militer Indonesia dan Thailand.

"Dalam pertemuan yang penuh dengan keakraban, Panglima TNI membahas berbagai isu terkait situasi yang sedang berkembang saat ini dan yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan kejasama militer diantara dua pihak yang selama ini sudah berjalan dengan sangat baik. Beberapa poin pembicaraan di antaranya peningkatan kerja sama militer antara TNI dan Royal Thailand Armed Forces (RTAF) dalam berbagai bentuk kerja sama seperti intelijen, operasi dan latihan serta pendidikan," jelas Puspen TNI.

Dijelaskan bahwa kerja sama militer bilateral ini merupakan usaha TNI dalam melakukan diplomasi militer yang salah satu tujuannya adalah menciptakan stabilitas dan reliabilitas keamanan kawasan agar negara-negara dikawasan dapat terus tumbuh dan berkembang tanpa gangguan dan hambatan serta tetap saling menghormati untuk mewujudkan kemakmuran bersama.

Baca Juga: Dilengkapi dengan Flight Training Device, KSAU Resmikan Gedung Simulator Helikopter Colibri

Di samping itu, Panglima TNI juga mengharapkan dukungan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand terkait keketuaan Indonesia di ASEAN ditahun 2023 dan mengundang Jenderal Chalermphon untuk dapat hadir pada puncak pelaksanaan Latihan Bersama ASEAN Solidarity Exercise (ASEX-01N) di perairan Natuna pada pertengahan September mendatang serta mendukung Latihan ASEX-01 seperti yang sudah disepakati bersama pada ASEAN Chief of Defense Forces Meeting (ACDFM) di Bali pada bulan Juni lalu.

"Latihan bersama yang melibatkan militer negara-negara ASEAN ini akan menitikberatkan pada latihan Keamanan Maritim Gabungan dan pemberian Bantuan Kemanusiaan," tulis Puspen TNI. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.