HANKAM

Panglima TNI Kirim 900 Personel Satgas ke Perbatasan Papua

Panglima TNI
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan dua Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Papua Nugini, bertempat di Pelabuhan Pelindo Belawan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/3). (Foto: Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan dua Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Papua Nugini, bertempat di Pelabuhan Pelindo Belawan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/3).

Adapun satuan tugas yang diberangkatkan adalah Yonif 125/SMB Kodam I Bukit Barisan di bawah pimpinan Letkol Inf Ronald Manurung dan Yonif 115/ML Kodam Iskandar Muda di bawah pimpinan Letkol Inf Raden Herman Sasmita dengan masing-masing Satgas berkekuatan 450 personel.

Baca Juga: KRI Pulau Raas-722 Deteksi Kapal Selam Musuh, Pesawat Pengintai Jatuhkan Ranjau Laut

Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan, tugas yang dilaksanakan adalah misi pengamanan perbatasan dimana fungsi teritorial melekat di dalamnya. "Sebagai patriot NKRI yang profesional modern dan tangguh saya yakin kalian sudah mempersiapkan diri dan berlatih sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas ini," ujarnya.

Panglima TNI juga berpesan kepada prajurit yang akan berangkat untuk mampu membangun komunikasi dan menjaga kedekatan dengan segenap masyarakat diantaranya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh-tokoh daerah di Papua untuk mencari solusi terbaik dalam setiap permasalahan.

Di hadapan awak media, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan pemberangkatan Satgas ini untuk menggantikan Satgas yang lama. "Sengaja ini saya lepas, saya ingin melihat kesiapannya secara langsung karena saya sebagai penanggung jawab semua operasi TNI," jelasnya.

Baca Juga: Pangkoopsud I kepada Jajaran Lanud Roesmin Nurjadin: Jaga Netralitas TNI dalam Pemilu 2024

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, kondisi rill di perbatasan secara keseluruhan sebenarnya kondusif. "Hanya ada sekelompok orang yang senantiasa mengganggu masyarakat, membakar sekolah, puskesmas, membakar fasilitas-fasiltas umum. Mudah-mudahan dengan datangnya pasukan ini dapat mengeliminir gangguan keamanan yang terjadi, masyarakat Papua secara khusus mengharapkan kondisi kondusif," tegasnya.

Hadir dalam upacara pelapasan tersebut Asops Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Asrenum Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Kapusada TNI, Pangdam I/BB, Kapolda Sumut, Danlantamal I Belawan, Dankosek I Medan, Walikota Medan serta unsur Forkompimda lainnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.