Panglima TNI: Ke Depan Modernisasi Kopassus Fokus ke SDM dan Teknologi

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan ke depan pembangunan dan kekuatan modernisasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Ini 4 Pesan Panglima untuk Prajurit Kopassus di Puncak HUT ke-72 Kopassus
"Jadi nantinya akan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan dukungan alutsista yang moderen," kata Panglima TNI saat menyampaikan amanatnya di upacara puncak peringatan HUT ke-72 Kopassus di lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Selasa, (30/4).
Lebih lanjut kata Panglima TNI hal tersebut dilakukan dalam rangka menjaga kesinambungan akselerasi profesionalitas Kopassus sebagai pasukan khusus yang memiliki kemampuan kelas dunia dan disegani negara-negara sahabat.
Baca Juga: Penerbang Skadron Udara 11 Tingkatkan Kemampuan Air Refueling
"Untuk itu saya berharap, agar kopassus terus melakukan terobosan-terobosan berupa adopsi, inovasi dan rekayasa teknologi mutakhir dengan memberdayakan industri pertahanan global, namun tetap memegang teguh semangat kemandirian melalui penguatan industri pertahanan dalam negeri guna tercapainya postur kopassus yang ideal," kata Panglima TNI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































