Panglima TNI Datang ke Markas Denjaka, Ada Apa?

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaksanakan kunjungan kerja di Markas Komando Detasemen Jalamangkara (Mako Denjaka) di Cilandak, Jakarta, Rabu (6/12).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (7/12), pada kesempatan tersebut, Agus melihat langsung aksi demonstrasi dari Denjaka seperti serangan dari udara infiltrasi vertical landing dengan terjun payung, dari bawah air ship boarding.
Baca Juga: Resmi Dirilis TNI AU, Ini Keunikan Prangko Bertema Pahlawan Nasional Angkatan Udara

Lalu, aksi lainnya seperti serangan dalam ruangan tertutup Close Quarter Battle (CQB), sniper, memanjat Dakibu (Daki Serbu), teknik breaching, rapelling, dan tembak reaksi.
Acara dilanjutkan dengan penampilan bela diri khas Prajurit Korps Marinir chadrik, dan meninjau static show, yakni pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki oleh Denjaka.

Baca Juga: Danjen Kopassus Bertemu Hassanal Bolkiah Pantau Latma Militer Indonesia-Brunei
Kunjungan Agus tersebut tampak didampingi oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi, Wakil Dankormar Brigjen (Mar) Suherlan, Danpasmar 1 Brigjen (Mar) Umar Farouq, dan para pejabat utama Korps Marinir. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































