Panglima TNI Berikan Tali Asih dan Umroh Gratis Bagi Prajurit dan PNS TNI di Penghujung Tahun 2023

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan tali kasih dan umroh gratis bagi prajuritnya di penghujung tahun 2023. Hal ini ia sampaikan saat memberikan arahan atau jam pimpinan di Plaza Gedung Soedirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (29/12/2023).
Baca Juga: BNPT: Berkat Sinergitas TNI-Polri Tahun 2023 Nihil Aksi Terorisme
"Yang sholat subuhnya di masjid maju ke depan, nanti akan kita umrohkan bertahap supaya kita sama-sama beribadah," kata Panglima TNI.
Sebagai wujud kepedulian dan perhatian pada kesempatan ini juga, Panglima TNI memberikan tali asih kepada seluruh anggota di lingkungan Mabes TNI berupa pembagian paket Sembako.
Baca Juga: Latihan Respons Cepat Prajurit Taifib 2 Marinir Hadapi Tugas Tempur
Selanjutnya Panglima TNI memberikan arahan dan penekanan kepada seluruh Prajurit TNI yang akan melaksanakan libur tahun baru agar selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan. “Seluruh personel agar selalu tetap jaga kesehatan, jaga keindahan dan kebersihan, kemudian libur tahun baru, apabila bepergian hati-hati serta jangan lupa berdoa setiap kegiatan,” pungkasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































