Latihan Respons Cepat Prajurit Taifib 2 Marinir Hadapi Tugas Tempur

Jakarta, IDM - Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 2 Marinir melaksanakan latihan 'Pengumpulan Pasukan' di Karangpilang, Surabaya, Jumat (29/12).
Dikutip dari keterangan Pasmar 2, Sabtu (30/12), kegiatan Pengumpulan Pasukan tersebut dalam rangka menguji respons kesiapan prajurit dan kecepatan berkumpul.
Baca Juga: Presiden Jokowi Hubungi Prajurit TNI di Perbatasan untuk Uji Sinyal BTS 4G
Dalam latihan, prajurit Yontaifib 2 Marinir disimulasikan mendapatkan perintah mendadak dari satuan atas untuk melaksanakan tugas.
Kesiapan tersebut bukan hanya ditujukan bagi personel, tetapi juga meliputi keseluruhan material yang akan digunakan untuk menunjang operasi atau tugas yang akan dihadapi.
Baca Juga: BNPT: Berkat Sinergitas TNI-Polri Tahun 2023 Nihil Aksi Terorisme
Komandan Batalyon Intai Amfibi (Danyontaifib) 2 Marinir Mayor (Mar) Sandi Varikta, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada prajurit Tri Media.
"Karena dalam waktu yang sudah ditentukan bisa segera berkumpul di Yontaifib 2 Marinir dan siap untuk digerakkan," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































