Panglima TNI Beberkan Prioritas Utamanya Pimpin TNI

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto membeberkan prioritas utamanya memimpin TNI. Ia ingin membangun profesionalisme prajurit TNI sebagai prajurit yang terlatih.
Menurutnya seorang prajurit sejati lahir dari keringat, kerja keras, dan disiplin tanpa kompromi. Berlatih dengan hati, Memimpin dengan teladan.
Baca Juga: Bertemu Erdogan, Prabowo Sampaikan Ingin Produksi Bersama Industri Pertahanan RI dan Turki
"Membangun profesionalisme prajurit TNI sebagai prajurit yang terlatih merupakan prioritas utama saya," kata Agus dikutip keterangannya dari akun Instagramnya, @91agussubiyanto, Rabu, (12/2).
Lebih lanjut kata Agus ke depan ia akan terus memberikan perhatian kepada setiap detail latihan dan memastikan prajurit mendapat dukungan penuh dengan standar kualitas yang tinggi.
Baca Juga: Korps Wanita TNI AL Terima Pembekalan tentang Kesetaraan Gender dari PBB
"Terus asah dan tingkatkan performa tempur prajurit TNI yang PRIMA," kata Agus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































