Panglima TNI Bantah Penyaluran Bantuan Kekeringan di Papua Terhambat Gangguan KST

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membantah terhambatnya bantuan bencana kekeringan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, karena gangguan Kelompok Separatis Teroris (KST).
"Tidak ada gangguan KST. Ada pasukan kita yang berjaga disana, di bandara itu, dan (bantuan) dikirim kesana," ujar Yudo usai acara peresmian buku di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (25/7).
Yudo mengungkapkan, bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh TNI telah sampai ke daerah tersebut, bahkan pagi ini pihaknya mengirimkan kembali bantuan tambahan.
Baca Juga: Kodim 1008/Tabalong Bagikan Motor Dinas Bantuan Menhan RI dan Rompi Babinsa
"Tadi pagi kita kirim tambahan bantuan di Ilaga. Kemensos juga mengirim, sudah sampai di sana. Jadi, isu tentang ada gangguan seperti itu tidak ada" ungkapnya.
Ia menjelaskan, daerah Kabupaten Puncak tengah dilanda musim dingin dan dilanda kekereingan, sehingga banyak tanaman yang mati dan berdampak pada kekurangan bahan makanan.
"Pak Bupati kemarin menyampaikan, sekitar beberapa ribu sekian masyarakat kekurangan makanan. Apapun caranya (bantuan) akan kita kirim sampai tujuan," jelasnya.
Yudo mengatakan, kemanusiaan yang dikirimkan tersebut sudah sampai dari Timika dan dikirimkan ke daerah tujuan yang mengalami dampak bencana alam kekeringan.
"Kita kirim menggunakan helikopter TNI dan Polri di bandara itu, jadi bisa mengamankan itu untuk disalurkan kepada masyarakat," kata Yudo.
Baca Juga: KSAD Resmikan Fasilitas Air Bersih di Lebak, Banten
Sebelumnya, dikutip dari Tribunnews Ambon, Bupati Puncak Willem Wandik menyatakan penyaluran bantuan di Distrik Agandugume dan Lambewi tidak dapat dilakukan dengan perjalanan udara, karena situasi yang tidak kondusif.
"Bandara di Agandugume itu kami sudah bangun dan aspal. Kami harus bawa bantuan itu sampai di Agandugume, tapi karena beberapa waktu terakhir hingga dampak pilot yang ditangkap di Ndugama, berdampak sampai di Agandugume," paparnya.
"Dan ada juga pesawat yang masuk terjadi penembakan dan ini menjadi pilot dan maskapai trauma dengan hal itu," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































