HANKAM

Panglima TNI: Ancaman Saat Ini Berupa Invasi Nonfisik untuk Kontrol Kepentingan Politik, Ekonomi, dan SDA

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan pembekalan ke para capaja. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, ancaman dalam perang modern saat ini bisa berupa nonfisik untuk menganggu kepentingan politik dan ekonomi suatu negara.

Hal itu disampaikan Agus saat memberi pembekalan kepada 1.173 calon perwira remaja (capaja) dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol) di Gelanggang Olahraga Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/7).

Baca Juga: Jaga Perbatasan RI-Malaysia, 2 Kapal Perang TNI AL Tempel Pesawat TNI AU

Agus mengatakan, ancaman perang modern bagi bangsa Indonesia bukan lagi perang konvensional semata.

“Ancaman saat ini berupa invasi nonfisik untuk mengontrol kepentingan politik, ekonomi, sumber daya alam (SDA), dan akses strategi,” kata Agus, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Kamis (16/7).

Oleh karena itu, Agus menekankan bahwa para perwira remaja harus mampu menghadapi tantangan perang modern sekaligus mendukung pembangunan nasional melalui kepemimpinan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

“Tugas para perwira ke depan adalah mendukung pengelolaan sumber daya alam dan proses pembangunan nasional,” tutur Panglima TNI.

Selain Panglima TNI, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memberi pembekalan ke 1.173 capaja. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita beserta kepala staf tiga matra turut mendampingi.

Baca Juga: TNI AD Tugaskan 18 Personel Bantu Atasi Kendala Distribusi BBM di Sumatra Utara

Kepada para capaja, Menhan Sjafrie memperkenalkan doktrin baru TNI, Perisai Trisula Nusantara. Doktrin itu disahkan pada 2 Juli 2026.

Doktrin Perisai Trisula Nusantara merupakan turunan dari konsep defensif aktif. Perubahan lingkungan strategis global dan karakter peperangan modern menuntut TNI memiliki doktrin yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab tantangan operasi militer masa kini.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.