HANKAM

Jaga Perbatasan RI-Malaysia, 2 Kapal Perang TNI AL Tempel Pesawat TNI AU

KRI Golok-688
KRI Golok-688 terpantau dari pesawat Boeing TNI AU saat menggelar operasi kerja sama taktis di perbatasan laut Indonesia-Malaysia, Kamis (16/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Dua kapal perang TNI AL menyisir kawasan perbatasan laut dan udara Indonesia-Malaysia, Kamis (16/7). Operasi berkode kerja sama taktis (kersamtis) ini melibatkan armada udara dari TNI AU untuk mengawal kedaulatan wilayah perbatasan secara terpadu.

Dalam patroli tersebut, KRI Terapang-648 dan KRI Golok-688 bergerak di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II. Kedua kapal perang ini mematangkan koordinasi dengan pesawat Boeing 737 milik TNI AU yang memantau dari udara.

Baca Juga: TNI AD Tugaskan 18 Personel Bantu Atasi Kendala Distribusi BBM di Sumatra Utara

Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) menjelaskan, kolaborasi lintas matra ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi taktis di lapangan. Pengawasan ketat menyasar titik-titik rawan di perbatasan kedua negara.

Prajurit TNI AL
Seorang prajurit TNI AL bersiaga di belakang senapan mesin lambung kapal perang saat menyisir area perbatasan. (Foto: Dok. TNI AL)

"Sinergi antara TNI AL and TNI AU tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap aktivitas di kawasan perbatasan laut dan udara Indonesia-Malaysia," Dispenal dalam keterangan resminya, Kamis (16/7).

Baca Juga: Bukan dengan Senjata, Ini Cara TNI AD Redam Konflik di Maluku

Dispenal menambahkan, integrasi kekuatan tempur ini sekaligus menguji interoperabilitas atau kemampuan interkoneksi antarsistem senjata matra laut dan udara. Melalui keselarasan sistem tersebut, patroli gabungan dapat merespons setiap dinamika ancaman secara lebih cepat dan adaptif.

Patroli gabungan ini sekaligus menjalankan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, yang memerintahkan seluruh prajurit TNI AL untuk terus mengasah profesionalisme dan kesiapan tempur demi menjaga keutuhan wilayah NKRI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.