HANKAM

Bukan dengan Senjata, Ini Cara TNI AD Redam Konflik di Maluku

TNI
Langkah humanis terus dilakukan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. (Foto: Dok. Kodam XV/Pattimura)

Jakarta, IDM – Sejak Mei 2026, masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dirundung konflik. Kini masyarakat kedua wilayah dalam masa pemulihan pascakonflik tersebut.

Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Kamis (16/7), langkah humanis terus dilakukan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan masyarakat di daerah tersebut.

Salah satunya adalah perintah dari Pangdam XV/Pattimura, sejak 22 Mei 2026 Kodam XV/Pattimura menugaskan prajurit putra daerah yang berasal dari Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing. Penugasan tersebut bukan semata sebagai bagian dari pengamanan wilayah, melainkan juga sebagai jembatan komunikasi, penggerak rekonsiliasi, dan penguat semangat persaudaraan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Beredar Video Mama-mama Papua Digantung OPM, TNI Beri Penjelasan

Kehadiran para prajurit putra daerah yang memahami budaya, adat istiadat, serta karakter masyarakat setempat dinilai mampu membangun kepercayaan dan memperkuat komunikasi antara warga dengan aparat keamanan. Hingga saat ini, situasi keamanan di kedua negeri tetap kondusif dan tidak terjadi lagi konflik terbuka.

"Dalam menjalankan tugasnya, para prajurit Kodam XV/Pattimura melaksanakan berbagai kegiatan yang berorientasi pada upaya perdamaian dan pencegahan konflik. Mereka secara aktif menghimbau dan mengajak para pemuda serta masyarakat agar menjaga persatuan, hidup rukun, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun provokasi yang dapat memicu kembali terjadinya konflik," tulis keterangan Kodam XV/Pattimura.

Lebih lanjut selain menghimbau, para prajurit bersama masyarakat melaksanakan kegiatan jaga malam secara bergiliran di Negeri Hitu Meseng maupun Negeri Morela sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Patroli terpadu juga rutin dilakukan bersama personel TNI, Polri, dan masyarakat untuk memastikan situasi keamanan tetap aman dan kondusif.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Perkenalkan Doktrin Perisai Trisula Nusantara ke Capaja TNI-Polri

"Salah satu langkah yang mendapat apresiasi adalah inisiatif prajurit Kodam XV/Pattimura putra daerah asal Negeri Morela yang menjalin koordinasi intensif dengan Raja Negeri Morela beserta para tokoh adat. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk membantu proses pemulihan rumah-rumah warga Hitu Meseng yang terbakar saat konflik berlangsung," tambah keterangan Kodam XV/Pattimura.

Kini semangat rekonsiliasi yang dibangun bersama di Hitu Meseng dan Morela diharapkan menjadi contoh positif bagi penyelesaian berbagai persoalan sosial di daerah lain serta memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Diharapkan langkah-langkah perdamaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa bahwa perdamaian dapat diwujudkan apabila seluruh pihak bersedia bergandengan tangan, mengedepankan dialog, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas segala perbedaan," tutup Kodam XV/Pattimura.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.