Pangkostrad Bagikan Motor Listrik untuk Prajuritnya

Jakarta, IDM - Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memimpin penyerahan kendaraan Motor Listrik kepada perwakilan penerima dari satuan jajaran Kostrad bertempat di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga: Pimpin Pasukan Khusus, Marsda TNI Yudi Bustami Resmi Jabat Dankopasgat
Bantuan kendaraan ini merupakan hibah dari dari PT. MUSTIKA TIARA SAKTI dan sekaligus bentuk perhatian dan kepedulian Pangkostrad untuk dibagikan kepada seluruh satuan yang berada di bawah jajaran Kostrad guna mendukung mobilitas dan kelancaran tugas di lapangan serta guna meningkatkan kinerja prajurit untuk lebih baik lagi.

Pangkostrad berharap dengan adanya bantuan kendaraan motor listrik ini, dapat meningkatkan dan mendukung serta memperlancar tugas pokok satuan jajaran Kostrad.
Baca Juga: Program Ketahanan Pangan, TNI AD Garap 1000 Hektare Lahan Tidur
"Kendaaran yang sudah diberikan ini harus dirawat terus menerus dan tumbuhkan kesadaran memelihara serta jaga kendaraan ini agar selalu dalam kondisi siap operasional agar memiliki usia pakai yang panjang,” kata Pangkostrad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































