HANKAM

Pangkormar Sebut Hutan Lokasi Longsor Marinir Sudah Gundul dan Beralih Fungsi

Upacara persemayaman
Upacara persemayaman dan pemberangkatan prajurit Korps Marinir dari Lanudal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (13/2) yang gugur akibat bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi mengungkap fakta pilu di balik tragedi longsor di Cisarua, Bandung Barat, yang menelan korban jiwa prajuritnya. Ia menyoroti kondisi hutan di lokasi latihan yang sudah gundul dan beralih fungsi menjadi penyebab utama tanah kehilangan daya ikat.

Peristiwa yang terjadi pada akhir Januari lalu ini menimpa 23 prajurit yang tengah mengikuti latihan pratugas satgas pengamanan perbatasan (pamtas) RI-PNG. Endi menyebut, curah hujan ekstrem selama tiga hari berturut-turut memicu tanah gembur di area hutan yang telah rusak itu meluncur hebat ke arah kamp latihan.

Baca Juga: Banjir Susulan di Sumut, TNI Bergerak Perbaiki Tanggul dan Akses Jalan

"Karena mungkin juga kondisi hutannya sudah mulai agak gundul, sudah beralih fungsi, terjadilah seperti ini," ujar Endi kepada awak media di Markas Komando Korps Marinir, Kwitang, Jakarta, Rabu (18/2).

Endi menegaskan, secara prosedur, pasukannya telah melakukan orientasi medan dan pengecekan rute secara detail sebelum memulai latihan. Namun, ia mengakui faktor kerusakan alam di luar kendali teknis militer membuat musibah sulit terelakkan.

"Di mana pun tempat latihan kalau alam sudah berkehendak, kita tidak bisa istilahnya menghindar. Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Kemhan RI: Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bagian dari Kerja Sama Pertahanan

Buntut dari tragedi di lereng Gunung Burangrang ini, Korps Marinir memastikan akan melakukan evaluasi total dalam penentuan lokasi latihan di masa depan. Marinir akan berkoordinasi lebih ketat dengan pimpinan untuk memastikan keamanan medan latihan dari ancaman bencana serupa.

"Ini sedang dalam evaluasi. Nanti akan kita lebih perdalam lagi, kita koordinasikan dengan pimpinan," tegas Endi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.