HANKAM

Pangkoopsudnas Ungkap Spektrum Ancaman Terbaru: Siber hingga Peperangan Kekuatan Udara

Lanud Sultan Hasanuddin
Upacara 17-an di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. (Foto: Dok. Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin)

Jakarta, IDM - Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo mengungkapkan spektrum ancaman terbaru dalam amanatnya pada upacara 17-an di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (17/9) lalu.

Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto bertindak sebagai inspektur upacara.

Pangkoopsudnas dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Personel (Kadispers) Lanud Sultan Hasanuddin Letkol (Adm) Ismid Priatnadi Laga Lesmana, mengatakan bahwa perkembangan situasi global dan nasional saat ini mengakibatkan perubahan yang begitu cepat.

Baca Juga: Kodam III/Siliwangi Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak, Wujud Nyata Kepedulian TNI di HUT ke-80

“Globalisasi telah mendorong keterbukaan dan saling ketergantungan antar negara dan di saat yang sama membawa potensi ancaman baru yang sangat kompleks,” ujar Pangkoopsudnas Minggit, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (19/9).

Minggit menyampaikan, berbagai tantangan seperti konflik antar-negara, ancaman siber, terorisme, krisis energi hingga perubahan iklim yang menyebabkan bencana alam, kini menjadi bagian dari spektrum ancaman yang harus diantisipasi oleh setiap komponen pertahanan, termasuk Koops Udara Nasional.

“Hal ini menuntut kita untuk terus mengembangkan sikap adaptif dan meningkatkan kesiapsiagaan serta profesionalisme dalam menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan,” kata Minggit.

Pangkoopsudnas juga mengambil contoh konflik persenjataan yang melibatkan kekuatan udara antar-negara seperti Iran dan Israel, India dan Pakistan, serta Thailand dan Kamboja.

Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi ke-15 EAHC, Bahas Harmonisasi Peta Navigasi Elektronik

“Itu menuntut kita untuk terus memantapkan kesiapan operasional satuan baik alutsista, personel, logistik dan sumber daya guna mengantisipasi beragam ancaman termasuk perang asimetris cyber dan proxy serta pelibatan teknologi mutakhir lain,” kata Minggit.

Di akhir amanatnya, Minggit mengingatkan agar para prajurit berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Hindari menyebarkan informasi yang bersifat provokatif dan menyesatkan, bijak dalam penggunaan medsos serta utamakan pendekatan humanis dalam kehidupan sehari-hari, serta tingkatkan terus sinergitas antar satuan dan instansi TNI-Polri beserta seluruh komponen bangsa,” kata Pangkoopsudnas. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.