HANKAM

Pangkoopsud I Pimpin Serah Terima Jabatan Komandan Lanud Atang Sendjaja Bogor

Kolonel Pnb A. Ferdinand Picaulima
Kolonel Pnb A. Ferdinand Picaulima (kiri); Pangkoopsud I Marsda TNI Mohammad Nurdin (tengah); dan Marsma TNI Juli Heryanto (kanan) usai upacara serah terima jabatan Komandan Lanud Atang Sendjaja. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) I Marsda TNI Mohammad Nurdin memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Lanud Atang Sendjaja (Ats) yang digelar di Shelter Skadron Udara 6 Lanud Ats, Bogor, Kamis (16/1).

Usai upacara sertijab tersebut maka jabatan Komandan Lanud Atang Sendjaja saat ini resmi dipegang oleh Kolonel Pnb A. Ferdinant Picaulima, yang menggantikan Marsma TNI Juli Heryanto Ginting.

“Hal (Sertijab) ini sesuai dengan yang tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/7/I/2025 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang ditandatangani Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tertanggal 3 Januari 2025,” jelas TNI AU dalam laman resminya tni-au.mil.id yang dikutip Jumat (17/1).

Baca Juga: Lanal Gorontalo Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal

Marsda TNI Mohammad Nurdin dalam sambutannya mengatakan, Lanud Atang Sendjaja merupakan salah satu Pangkalan TNI Angkatan Udara yang berada di jajaran Komando Operasi Udara I dan memiliki nilai strategis sebagai penyangga Ibukota. Selain itu, Lanud Ats juga merupakan salah satu pangkalan induk helikopter yang dimiliki oleh TNI AU.

Kolonel Pnb A. Ferdinand Picaulima
Pangkoopsud I Marsda TNI Mohammad Nurdin memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Lanud Atang Sendjaja. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Mengingat peran penting tersebut, Pangkoopsud I berharap Kolonel Pnb A. Ferdinant Picaulima sebagai pejabat baru Danlanud Ats dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan mengembangkan berbagai hal kreatif, inovatif, serta positif untuk kemajuan Lanud Atang Sendjaja.

“Kepercayaan yang diberikan pimpinan adalah suatu kehormatan yang sekaligus mengandung tanggung jawab yang tidak ringan. Dan teruskan tugas-tugas yang selama ini dilaksanakan oleh pejabat sebelumnya,” sambung Pangkoopsud I.

Baca Juga: Anggaran TNI AD Tahun 2025 Capai Rp7,98 Triliun untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Lebih lanjut Marsda TNI Mohammad Nurdin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Marsma TNI Juli Heryanto Ginting atas dedikasi serta kerja kerasnya selama menjabat sebagai Komandan Lanud Atang Sendjaja.

“Beban tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sehingga menambah prestasi Lanud Atang Sendjaja serta meningkatkan citra positif terhadap keberadaan Lanud Atang Sendjaja,” ungkap dia.

Setelah ini, Marsma TNI Juli Heryanto Ginting mendapatkan amanat baru sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.