HANKAM

Pangkoopsau: Latihan Kilat ABCD Tingkatkan Interoperabilitas Antarunsur Pertahanan Udara

Penutupan Latihan Kilat ABCD
Penutupan Latihan Kilat ABCD yang dilakukan di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur. (Foto: Dok. Instagram @koopsau_news)

Jakarta, IDM - Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto menyatakan bahwa Latihan Kilat ABCD Tahun Anggaran 2026 menjadi sarana penting untuk meningkatkan koordinasi serta interoperabilitas antarunsur pertahanan udara.

Hal tersebut disampaikan Pangkoopsau dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pangkosek IV Marsma TNI Ardi Syahri pada penutupan latihan yang berlangsung di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Rabu (4/3).

Baca Juga: Pimpin Sidang Disiplin, Danlanud Sultan Hasanuddin: Tidak Ada Toleransi Terhadap Pelanggaran

Marsda TNI Djoko mengapresiasi dedikasi serta kerja keras jajaran personel TNI Angkatan Udara yang telah terlibat sejak latihan dimulai pada 23 Februari 2026. Menurutnya, latihan berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Meski demikian, ia mengingatkan agar para peserta tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme.

Pangkosek IV Marsma TNI Ardi Syahri
Pangkosek IV Marsma TNI Ardi Syahri, mewakili Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, menutup Latihan Kilat ABCD yang dilakukan di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur. (Foto: Dok. Instagram @koopsau_news)

“Saya minta jangan merasa cepat puas. Teruslah melakukan evaluasi diri, karena melalui latihan ini profesionalisme kita diuji, sejauh mana kita mampu mengimplementasikan perangkat lunak dan perangkat keras, termasuk Alpalhankam, dalam sistem pertahanan udara,” tegas Djoko dikutip dari unggahan Instagram @koopsau_news Kamis (5/3).

Baca Juga: Bakamla RI Bahas Peningkatan Program Pelatihan Personel dengan Sri Lanka

Ia kemudian meminta para personel untuk terus meningkatkan keterampilan sekaligus pengetahuan untuk menjawab dinamika tugas yang terus berkembang di masa depan.

“Jalin terus komunikasi dan koordinasi antara perwira GCI/FC dengan penerbang tempur, sehingga akan semakin meningkatkan interoperabilitas dalam sistem pertahanan udara,” pungkas Pangkoopsau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.