Pangkohanudnas Soroti Nilai Strategis Large Force Employment bagi Interoperabilitas dan Kesiapan Unsur Udara TNI

Jakarta, IDM – Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono menyoroti nilai strategis latihan berskala besar seperti Large Force Employment (LFE) dalam membangun interoperabilitas dan kesiapan unsur udara TNI.
Hal tersebut diungkap Pangkohanudnas saat meninjau pelaksanaan tahap LFE dalam kegiatan Mission Oriented Training (MOT) 2025 di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Selasa (4/11).
Baca Juga: Pangdam XIX/TT dan Polda Riau Tinjau Kesiapan Siaga Bencana, 31 Ribu Personel Dikerahkan
“Kesiapsiagaan tidak hanya diukur dari kemampuan individu atau satuan, tetapi dari kemampuan kita untuk beroperasi secara terpadu dalam sistem pertahanan udara nasional yang solid dan terintegrasi,” tegas Marsdya TNI Andyawan dikutip dari Instagram @kohanud_nasional, Rabu (5/11).

Peninjauan yang dilakukan oleh Pangkohanudnas pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kemampuan unsur tempur udara, khususnya dari jajaran Grup Tempur TNI AU yang merupakan bagian dari unsur pertahanan udara (Hanud) Bawah Kendali Operasi (BKO) Kohanudnas.
Baca Juga: Bakamla dan Coast Guard AS-Vietnam Gelar Pelatihan VBSS yang Diinisiasi PBB
Selaras dengan itu, peninjauan yang sama sekaligus menegaskan komitmen Kohanudnas dalam memperkuat kesiapsiagaan serta sinergi lintas matra dalam menjaga kedaulatan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai Kotama Ops TNI, Kohanudnas memiliki mandat menyelenggarakan pertahanan dan keamanan terpadu atas ruang udara nasional, baik secara mandiri maupun bersama Komando Utama Operasi lainnya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































