HANKAM

Pangkogabwilhan II Cek Kesiapan Batalyon Komposit PRCPB Kodam Hasanuddin

Pangkogabwilhan II.
Pangkogabwilhan II Marsekal Madya M. Khairil Lubis melaksanakan peninjauan langsung kesiapan Batalyon Komposit PRCPB Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin di Lapangan M Yusuf, Markas Kodam Hasanuddin, Makassar, Rabu (23/7/2025). (Foto: Dok. Pendam XIV/Hasanuddin)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya M. Khairil Lubis melaksanakan peninjauan langsung kesiapan Batalyon Komposit PRCPB Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin di Lapangan M Yusuf, Markas Kodam Hasanuddin, Makassar, Rabu (23/7).

Batalyon Komposit PRCPB merupakan batalyon yang berfungsi sebagai Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB).

Baca Juga: KSAD Blak-blakan: Jumlah Prajurit TNI AD di Sebagian Daerah Hanya 50 Persen, Rawan Diserang

Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapsiagaan satuan Batalyon Komposit PRCPB dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, baik dalam skala lokal maupun nasional.

“PRCPB dibentuk sebagai satuan tugas tanggap darurat yang memiliki mobilitas tinggi, kemampuan taktis, serta kecepatan reaksi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana,” ujar Khairil Lubis, dikutip dari siaran pers Pendam XIV/Hasanuddin, Kamis (24/7).

Peninjauan dilaksanakan usai apel gelar Batalyon Komposit PRCPB Kodam XIV/Hasanuddin yang dipimpin oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal Windiyatno.

Baca Juga: Kemenko Polkam Tegaskan Aspek Kebermanfaatan dan Keamanan Harus Seimbang

Batalyon Komposit PRCPB melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai bagian dari first responder yang tanggap dan sigap dalam penanggulangan bencana.

Pangkogabwilhan II memberikan apresiasi atas kesiapan dan semangat para personel, serta menekankan pentingnya latihan agar respons cepat terhadap bencana dapat dilakukan dengan lebih efisien dan terorganisir. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.