Pangkogabwilhan I dan Pangdam Tanjungpura Semprot Bios 44, Cegah Karhutla di Kubu Raya

Jakarta, IDM – Dua Jenderal TNI AD yaitu Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Pangdam XII/Tanjungpura (Tpr) Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito turun langsung menyebarkan cairan mikroorganisme Bios 44 di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (4/9). Hal ini untuk mengoptimalkan langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.
Dilansir dari keterangan Penkodam XII/Tpr, Sabtu (5/9), Kunto mengatakan penyemprotan Bios 44 ini menjadi bagian dari strategi proaktif TNI dalam mencegah munculnya titik api, khususnya di kawasan rawan gambut. Selain fokus pada upaya pemadaman darat dan udara, pendekatan biologis ini dinilai efektif untuk menekan potensi kebakaran dari dalam tanah.
Baca Juga: Jalur Perairan Terkendala El Nino, C-130 Super Hercules Angkut 12,5 Ton Beras ke Yahukimo
Ia menjelaskan, Bios 44 merupakan racikan mikroorganisme yang berfungsi memutasi tanah maupun lahan gambut agar menjadi lebih lembap dan padat.
"Dengan tertutupnya rongga oksigen di lapisan dalam gambut, potensi munculnya sekam api yang sering memicu kebakaran hebat dapat diminimalkan," kata Kunto.
Senada, Pangdam XII/Tpr menegaskan, selain pemadaman di lapangan, pencegahan sejak dini adalah kunci utama penanganan Karhutla.
"Pengaplikasian Bios 44 ini diharapkan mampu menutup rongga-rongga pada lahan gambut sehingga tidak mudah terbakar saat memasuki musim kemarau. Langkah ini mempertegas komitmen TNI dalam menjaga stabilitas lingkungan dan melindungi masyarakat Kalbar dari ancaman bencana asap akibat Karhutla," ujar Novi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































