HANKAM

Jalur Perairan Terkendala El Nino, C-130 Super Hercules Angkut 12,5 Ton Beras ke Yahukimo

Pesawat C-130J Super Hercules
Pesawat C-130J Super Hercules yang dikerahkan TNI AU untuk mengangkut bantuan beras ke Yahukimo. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat C-130 Super Hercules untuk memfasilitasi pengiriman 12,5 ton beras milik Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Dukungan udara tersebut dilakukan atas instruksi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Pengiriman beras dilakukan oleh Lanud Yohanis Kapiyau di bawah Komando Daerah TNI Angkatan Udara III (Kodau III).

Baca Juga: Libatkan Pesawat Hercules dan “Tanker” KC-130, Pasukan Militer Lima Negara Terjun Statis dari Ketinggian 1.200 Kaki

Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Kolonel Pnb Taufik Andriadi menyampaikan, TNI AU senantiasa siap mendukung pemerintah daerah dalam penanganan kondisi darurat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Bantuan beras
Bantuan beras Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang diangkut dengan pesawat C-130J Super Hercules. (Foto: Dok. Dispenau)

Dalam praktiknya, pesawat angkut TNI AU lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Nop Goliat Yahukimo, Jumat (4/9).

Dukungan angkutan udara menjadi alternatif distribusi karena jalur perairan Timika-Dekai belum dapat beroperasi optimal akibat penurunan debit sungai.

Baca Juga: Dilindungi Tembakan Artileri dan Satuan Lapis Baja Stryker AS, Pasukan Lima Negara Latihan Tempur di Hutan

"Fenomena El Nino menyebabkan kekeringan dan penurunan debit air sungai, sehingga distribusi logistik melalui jalur perairan dari Timika menuju Yahukimo mengalami kendala," jelas Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pera Dispenau, Jumat (4/9).

Dukungan melalui jalur udara diharapkan membantu menjaga ketersediaan pangan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Yahukimo, selama jalur perairan belum kembali berfungsi optimal.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.