Jalur Perairan Terkendala El Nino, C-130 Super Hercules Angkut 12,5 Ton Beras ke Yahukimo

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat C-130 Super Hercules untuk memfasilitasi pengiriman 12,5 ton beras milik Pemerintah Kabupaten Yahukimo.
Dukungan udara tersebut dilakukan atas instruksi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Pengiriman beras dilakukan oleh Lanud Yohanis Kapiyau di bawah Komando Daerah TNI Angkatan Udara III (Kodau III).
Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Kolonel Pnb Taufik Andriadi menyampaikan, TNI AU senantiasa siap mendukung pemerintah daerah dalam penanganan kondisi darurat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Dalam praktiknya, pesawat angkut TNI AU lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Nop Goliat Yahukimo, Jumat (4/9).
Dukungan angkutan udara menjadi alternatif distribusi karena jalur perairan Timika-Dekai belum dapat beroperasi optimal akibat penurunan debit sungai.
"Fenomena El Nino menyebabkan kekeringan dan penurunan debit air sungai, sehingga distribusi logistik melalui jalur perairan dari Timika menuju Yahukimo mengalami kendala," jelas Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pera Dispenau, Jumat (4/9).
Dukungan melalui jalur udara diharapkan membantu menjaga ketersediaan pangan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Yahukimo, selama jalur perairan belum kembali berfungsi optimal.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































